Thursday, 12 May 2011

"Hari Ini, Hari Kamis"


Saat kuterbangun dari lelap
Sunyi membungkus malam pekat
Menghias kebekuan
dan
Hening

Dua pasang bola mata hanya bekelap-kelip
Menanti sang empu sadar dari
Rayuan kesunyian

“Hari ini, hari kamis”
Terbenak dalam
Mendokrak partikel saraf yang tertinggal
Memompa nadi tuk cepat bergerak
Bangun ditengah keheningan

“Hari ini, hari kamis”
Yah.. kalimat itu yang memicuku
Sadar dari mimpi

Tuk sahur dan meditasi
Walau hanya segelas air suci
Tuk temukan diri hari ini

7 comments:

  1. Selamat Shaum sunnah...sukses untuk kamis ini. Amin

    ReplyDelete
  2. Detik demi detik
    Menit demi menit
    Jam demi jam
    Hari demi hari

    Itulah usia kita
    Untuk kita isi
    Baik atau buruk
    Itulah pilihan kita

    Hari Kamis
    Hari kelima
    Lima waktu adanya
    Rindu untuk berjumpa

    ReplyDelete
  3. jujur...klo masalah puisi rada ngejelimet..hehehe
    tapi ini bisa aye cerna ^_^
    met shoum, moga berkah...amin

    ReplyDelete
  4. selamat menikmati ibadahnya semoga menjadi amalan maghbulan, amin

    ReplyDelete
  5. Assalamu'alaikum Kang. Sampean Jombang ya?, rodhok tonggo lek no hhhh
    Segelas ir putih penuh dengan keihklasan semata mencari ridho Alloh Insya Alloh menjadi hal yang membias sangat indah dalam kehidupan

    ReplyDelete
  6. :> Mechwarg : Iya bunda Amien.. salam :)

    :> Kang Herdoni :

    wah bisa jadi guru saya ni kang.. hehe :)
    thanks kang, salam..

    :> Belo : Yupz.. Amien :)

    :> Arif : Amien sobat.. sama2 moga sukses.. :)

    :> Kang Pakies :

    Wa'alaikumsalam kang.. Q lum kenal lek no kang, kapan2 kenalin ya.. hehe
    Amien.. makasih kang :)

    ReplyDelete
  7. Merasakan kebekuan malam..
    Tak berujung, buatku serasa terbuai..
    Entah apa yang terjadi malam ini, aku luluh kembsli ke pangkuanNya..

    Ada sejuta asa, ada sejuta penyesalan, yang menggerakkanku..
    Mengguncang akal rasio yang selalu aku agungkan..
    Meruntuhkan nalar yang terpaksa harus akui kelemahannya..
    Kawan, aku kembali mengemis cinta..
    Berharap Ia tak akan bosan kepada hamba yang satu ini...
    Karena terkadang aku datang, namun tak lama kemudian aku lupa...
    Apa janjiku, apa tebusanku..
    Dan akhirya aku tersungkur khidmat dalam dua rakaat..

    ReplyDelete