Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Friday, 2 March 2012

Sahabat Rumput Liar


SAHABAT RUMPUT LIAR

Tawa canda lepas
Riang tanpa kekang
Bak rumput liar di jalanan
Meskipun selalu terinjak injak
Tapi kokoh tak terhalang
Tumpuan batuanpun semakin  menguatkanmu

Sahabat rumput liarku…
Manis pahitnya hidup yang kita jalani
Telah terpatri dalam relung ini
Menjadikan harumnya bumbu
Yang menambah rasa di esok nanti

Wednesday, 2 November 2011

Pejuang Sampah



Diantara puing-puing rongsokan
Dan tumpukan gunung sampah
Terlihat puluhan pasang mata yang mengencangkan retinanya
Memilah satu persatu dengan teliti
Seakan ada sesuatu yang mereka cari
Entah emas atau uang, sesuatu yang mustahil mungkin

Monday, 31 October 2011

Peluru Tak Berotak


Dor.. dor.. dor..
Suara tembakan terdengar keras sekali
Memecah keheningan malam yang masih berselimut misteri
Tak lama kemudian ada sesosok tubuh yang jatuh
Bersimbah darah disamping mobil berplat W
Tak ada yang melihat, walau temaram bulan sinari bumi

Thursday, 4 August 2011

Ayah

 

Senja sore ini masih terbungkus oleh awan abu-abu 
Sisa dari tangisan langit yang mengucur sejak tadi pagi
Harum tanah menyeruak. Tentramkan hati
Membawa sore ini pada suatu memori

Dua tahun lalu
Tertanggal dua enam dari bulan ke dua belas
Tahun dua ribu delapan

Dengan sore yang sama
Dihiasi dengan hujan tangisan manusia
Sebuah keranda tersemat dipundak ini
Walau tak kuasa hati, memikul jasad bermandikan bunga

Selamat tinggal ayah
Anakmu ini akan membawamu
Ketempat peristirahatan terakhir
Pintu gerbang menuju surga

Kota Reog, 4 Agustus 2011

Friday, 15 July 2011

Rinduku Untukmu Selalu


"Pergi...... !! Pergiiiiii......... !!!!!!!"

Teriakan ust. Hasan tadi pagi masih menendang-nendang telinga ini..

Teriakan di tengah puluhan santri yang sedang menghafal Al-Qur'an

Jantung terhenti beberapa saat, mukapun memerah.

Wednesday, 13 July 2011

Ingin Ku Injak-Injak Koran Itu



Rasanya sama, tidak ada yang berubah..

Kemiskinan, huru-hara, kisah pejabat edan, isu propokatif

Sampai carut-marut politik di negeri kurcaci ini

Thursday, 12 May 2011

"Hari Ini, Hari Kamis"


Saat kuterbangun dari lelap
Sunyi membungkus malam pekat
Menghias kebekuan
dan
Hening

Dua pasang bola mata hanya bekelap-kelip
Menanti sang empu sadar dari
Rayuan kesunyian

“Hari ini, hari kamis”
Terbenak dalam
Mendokrak partikel saraf yang tertinggal
Memompa nadi tuk cepat bergerak
Bangun ditengah keheningan

“Hari ini, hari kamis”
Yah.. kalimat itu yang memicuku
Sadar dari mimpi

Tuk sahur dan meditasi
Walau hanya segelas air suci
Tuk temukan diri hari ini