Monday, 21 May 2012

Buku Misykat ; Refleksi Tentang Islam, Westernisasi, & Liberalisasi

Resensi Buku : Misykat ; Refleksi Tentang Islam, Westernisasi, & Liberalisasi

Kontak antara satu peradaban dengan yang lainnya merupakan keniscayaan yang tidak dapat terhindarkan. Keberlangsungan suatu peradaban terkait erat dengan kemampuannya melakukan adaptasi (proses menerima dan menolak). Nilai-nilai peradaban asing.

Peradaban tidak jauh berbeda dengan tubuh. Dalam proses metabolism yang sehat, tubuh tidak mesti menerima yang masuk lewat mulut. Selain harus ada yang diserap oleh tubuh untuk menjadi energy, harus ada pula yang keluar untuk menjadi keringat, air seni atau kotoran yang jika tidak dikeluarkan akan berdampak negative bagi tubuh itu sendiri.

Misykat ; Refleksi Tentang Islam, Westernisasi, & Liberalisasi
Islam adalah agama yang damai, agama yang diridhoi oleh Allah SWT. Dalam perkembangannya Islam telah membentuk peradaban baru manusia kearah yang lebih positif, diantaranya adalah berkembangnya segala bentuk ilmu pengetahuan yang berkembang sejak Islam datang.

Perkembangan ini tidak lepas dari pendalaman dan pengkajian keilmuan secara terus-menerus yang bersumber dari manhaj Al-Qur’an an Hadits. Namun tidak bisa dipungkiri juga bahwa, ada peradaban lain selain Islam, sebuah peradaban yang telah lama muncul, yaitu peradaban Yunani  dan Romawi.

Banyak diantara umat Islam yang terjebak dalam memahami tentang budaya Islam sendiri. Banyak diantara pendahulu kita yang memakan mentah-mentah peradaban barat, sehingga ia lupa akan peradaban islam itu sendiri dan mulai meragukan agamanya sendiri. Sayangnya, fenomena seperti ini masih banyak menyerang para tokoh, aktifis, bahkan beberapa  dosen negeri ini.

Banyak contoh yang terjadi di negeri kita, Indonesia ini. Hukum-hukum islam dipermainkan dan diakali agar sesuai dengan keinginan mereka, bahkan sesuatu yang terlihat tabu dan jelas dilarang agama pun, masih tetap diusahakan kehalalannya, halal homo, halal lesbi, dan halal segalanya.  Ironisnya, yang memperjuangkan hak-hak mereka adalah umat Muslim.

Apa yang dilakukan Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi ini merupakan upaya penyadaran umat Islam akan identitas keislamannya. Jika umat Islam tidak pandai-pandai melakukan proses “menerima dan menolak” maka umat Islam dengan peradaban Islamnya akan sakit, bahkan akan mati.

Anak salah satu pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor ini telah memaparkan dengan jelas tentang beberapa masalah yang selama ini menyelimuti perkembangan peradaban Islam ini. Ditulis dengan jelas dengn bahasa yang mengalir sehingga memudahkan pembaca memahami “isi” yang terkandung didalamnya walau membahas tentang filsafat dan pemikiran.

Buku ini merupakan kumpulan artikel yang ditulis oleh Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi di berbagai media. Tidak hanya kritis-argumentatif tetapi juga memberikan sulusi epistemologis yang dikemas dengan gaya jurnalistik, sehingga memudahkan siapa saja yang ingin menikmatinya.

Semoga bermanfaat.

6 comments:

  1. kayaknya asyik..bukunya.. om... orang semakin pandai seharusnya mampu menelaah dan mengagumi akan ciptaan Allah SWT untuk dijadikan tuntutan bukan malah untuk melakukan penyimpangan-penyimpangan....

    ReplyDelete
    Replies
    1. recomended mas :)
      benar mas.. semoga kita dijauhkan dari sifat seperti itu. Semoga ilmu yang kita dapat sampai detik ini dapat mendekatkan kita pada Allah SWT & bermanfaat untuk semua orang amiin :)

      Delete
  2. Kunci keberhasilan adalah menanamkan kebiasaan sepanjang hidup Anda untuk melakukan hal - hal yang Anda takuti.
    tetap semangat tinggi untuk jalani hari ini ya gan ! ditunggu kunjungannya :D

    ReplyDelete
  3. buku penting ini ya mas, melihat gambaran sekilas dari pengantar di atas isinya barangkali hampir sama dengan bukunya Muhammad Khutub yang berjudul Evolusi Moral

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin sama mas.. tetapi ini lebih mendalam dengan melihat dengan kacamata para failusuf barat dan islam. Mengembalikan citra dan meluruskan pandangan hidup yang sesuai dengan Islam. :D

      Delete