Tuesday, 20 March 2012

Indahnya Berbagi Bersama Sotoji

Indahnya Berbagi Bersama Sotoji

Awalnya saya tahu SOTOJI dari blog teman-teman. Ketika blog walking banyak teman blogger yang me-review tentang sotoji ini. Dalam pikiran saya waktu itu, “wah ini pasti kalau mau ikut review harus beli dulu dan di toko-toko belum ada produk ini,” spontan berpikir ribet dan mengabaikan review produk ini.

Setelah beberapa hari kemudian, tiap blog walking kok makin banyak teman-teman blogger yang me-review, membuat makin penasaran dan setelah membaca artikel teman-teman ternyata SOTOJI ini gratis, ya gratis, tis, tis... :)

Ternyata usul punya usul, Sotoji bekerjasama dengan Blogger Depok mengadakan kontes review ini, dan sampel SOTOJI akan dikirimkan langsung ke rumah para peserta review secara gratis, tanpa ongkos kirim.  “Hebat, belum launching produk tetapi sudah berani berbagi secara gratis, strategi pemasaran yang jitu,” itulah yang melintas dalam pikiran saya.

Tidak berpikir panjang, langsung saya isi form pemesanan sampel. Sekitar seminggu kemudian SOTOJI datang, ketika itu pas sehabis turun dari masjid dan kembali ke kamar, ada temen yang memanggil sambil membawa bungkusan coklat dengan plastik pengiriman yang masih rapi. Setelah saya terima ternyata kiriman SOTOJI sudah datang, Alhamdulillah.. :)


Ternyata benar kiriman ini sampai juga di asrama kampus, takut kalau nyasar atau salah alamat. Setelah dibuka ternyata ada tiga bungkus SOTOJI yang dikirimkan, wah senengnya hehe..

Paket Sotoji baru datang

Beberapa hari setelah paket SOTOJI datang, saya bingung mau mereviewnya bagaimana, kenapa kok bingung ?, ya karena saya tidak bisa makan SOTOJI sendirian. Saya menerima ini secara gratis, maka saya juga memberikan SOTOJI ini pada orang lain juga secara gratis pula. Karena semangat berbagi SOTOJI inilah yang menginspirasi saya untuk berbagi SOTOJI dengan orang lain.

Cerita Mbah Nur Salim

Namanya Mbah Nur Salim, beliau adalah pekerja di kampus saya. Mengisi waktu sehari-harinya dengan menyapu masjid, tapi kalau siang sampai sore biasanya mencari rumput di sekitar kampus untuk dua kambing peliharaannya di rumah.

Tubuh yang tidak setegap dulu dan rambut yang sudah memutih tidak melunturkan kegigihannya untuk bekerja dan bekerja. Ditemani dengan topi hijau yang selalu menemaninya seakan tidak mengenal teriknya matahari.

Beliau sudah berumur 75 tahun tapi mempunyai semangat yang luar biasa. Beliau sudah bekerja 17 tahun di kampus ini dan harus menempuh jarak 2,5 kilometer dengan naik sepeda onta untuk ke kampus ini. “Teman-teman saya dulu yang seangkatan dengan saya sudah meninggal nak”, jelas Mbah Nur Salim.

Indahnya Berbagi Bersama Sotoji

Siang itu terik matahari mulai memanas, Mbah Nur Salim pun masih mengayunkan parangnya untuk mencari rumput di lapangan. Seketika itu juga saya berpikir, bagaimana kalau SOTOJInya dibagikan ke Mbah Nur Salim, toh saya juga dapat gratisan.

Segera saya hampiri beliau dan menanyakan dulu, apakah mau saya buatkan SOTOJI, beliau agak terheran karena belum mengerti apa itu sotoji, maka saya bilang ke beliau “SOTOJI adalah soto jamur mbah,” langsung beliau menjawab “Alhamdulillah.. Iya saya mau nak.” Langsung saya berlari ke kamar dan membuka bungkusan SOTOJI yang masih utuh dan memasaknya di dapur umum.

Kesan pertama saya ketika melihat SOTOJI adalah menyejukkan, karena bungkusnya kombinasi antara warna hijau tua dan hijau muda, ditambah ada foto penyajian sotoji yang menarik. Warna hijau ini selaras dengan motto “SOTOJI, Soto jamur lezat tinggi kandungan serat dan protein nabati”, yah.., karena SOTOJI ini berbeda dengan soto lainnya yang mengandung lemak hewani. SOTOJI terbuat dari bahan nabati asli, dan ini yang menjadi salah satu keunggulannya.

Jujur, ini pertama kali saya masak soto jamur. Cowok kok masak, sho what ? yang penting heppy dan membahagiakan orang lain (Kelak supaya bisa menjadi calon ayah yang multifungsi hehe). Saya berani menulis ini karena cara memasak SOTOJI itu mudah dan cepat, nggak perlu ribet harus beli ini, beli itu, atau mencari rempah-rempah untuk diolah dulu. SOTOJI hanya perlu dimasak dalam air, loh kok bisa ? buat soto kok kayak buat mie ?

Hehe tenang dulu, SOTOJI terdiri dari sohun dan disertai jamur tiram dan bumbu-bumbu instant didalamnya, jadi kalau masak SOTOJI tinggal rebus sohun dan jamur tiramnya dalam air mendidih selama dua menit dengan kapasitas air sebanyak 400 cc atau sama dengan 2 gelas air putih dan supaya rata, jangan lupa diaduk-aduk biar nggak gosong sebelah hehe.

Sementara menunggu sohun dan jamur tiramnya mendidih, saya mempersiapkan bumbu di mangkuk. Ketika sedang membuka bumbu satu persatu, tercium aroma sedap menggoda dari rebusan sohun dan jamur tiram tadi. “Wah, belum dimasukin bumbu saja sudah tercium bau sedapnya, apalagi setelah bercampur dengan seluruh bumbu pasti mbah Nur Salim suka,” pikir saya.

Setelah semua dirasa sudah cukup matang segera saya tuangkan sohun dan jamur tiram tadi kedalam mangkuk yang sudah siap bumbu. Diaduk-aduk supaya rata antara sohun, jamur tiram, dan juga bumbu rempah-rempah pilihan. Berkombinasi menjadi SOTOJI, soto jamur instant yang lezat dan penuh gizi.

Akhirnya sudah jadi masakan saya, masakan soto pertama yang pernah saya buat khusus untuk mbah Nur Salim yang penuh semangat. Tetapi sayangnya ada yang kurang, ya SOTOJI yang saya buat tidak sama persis dengan yang ada di bungkus. Tidak ada telur, potongan tomat, potongan jeruk nipis, cabai merah, daun seledri, atau pemanis hidangan lainnya.

Hanya ada sohun dengan kuah yang bercampur bumbu dan jamur tiram sebagai pemanisnya. Harap maklum mbah, karena kita kan berada di asrama dengan segala keterbatasan, tidak seperti dirumah sendiri yang mungkin segala sesuatunya telah tersedia.
SOTOJI masakan saya, walau sederhana yang penting nilainya :)

Tidak berpikir panjang tentang hasil tampilan SOTOJI yang telah saya buat. Segera saya bawa hasil masakan tadi kedepan kamar karena mbah Nur Salim sudah menunggu dari tadi. “Alhamdulillah.. terima kasih nak” kata beliau sambil tersenyum menerima semangkuk SOTOJI dari saya. Alhamdulillah.. :)

Alhamdulillah, Mbah Nur Salim suka :)

SOTOJI dengan segala keunggulannya

SOTOJI adalah produk baru di Indonesia. Produk ini semacam soto jamur instan yang memiliki brand dan jurus tersendiri dalam pemasarannya. Jurus yang membuat SOTOJI langsung digemari oleh masyarakat Indonesia dari segala lapisan. Apa itu jurusnya ?

Pertama, SOTOJI mempunyai brand yang unik, berbeda dengan produk-produk yang sudah beredar di pasaran Indonesia pada umumnya, yaitu mengemas soto jamur instant menjadi makanan yang siap saji dan enak, sebuah inovasi dan terobosan luar biasa. Mengingat makanan soto sudah menjadi makanan khas Indonesia, tetapi masih jarang bahkan belum ada yang mengemas soto jamur tiram menjadi makanan yang siap saji dan mudah dimasak. Maka tak salah jika motto SOTOJI adalah “SOTOJI, soto jamur lezat, tinggi kandungan serat dan protein nabati”.

Kedua, seperti yang saya katakan di awal tadi, bahwa SOTOJI mempunyai jurus pemasaran yang jitu. Kenapa ? karena Sotoji bekerja sama dengan Komunitas Blogger Depok untuk mempromosikan produknya dengan mengadakan lomba review. Inilah yang jarang dilakukan produk makanan lainnya pada awal pertumbuhannya.

SOTOJI tahu, bahwa untuk menarik hati konsumen itu harus langsung menembak hati para konsumen dengan bukti nyata, bukan hanya sekedar menyebar iklan di berbagai media yang ternyata hasilnya seperti pepesan kosong. Maka merupakan langkah yang tepat jika gerakan pertama dimulai dari mengadakan lomba dari para blogger.

Kenapa harus blogger, kok tidak langsung diberikan kepada masyarakat secara langsung ? karena perkembangan internet khususnya sosial media di Indonesia saat ini sudah semakin menjamur. Dengan mengandalkan para blogger untuk me-review, SOTOJI akan berkembang luas di tengah masyarakat Indonesia. Bukan hanya asal me-review, melainkan juga dengan berdasarkan pengalaman dan kisah nyata.

Ketiga, jurus yang satu ini yang paling saya suka, yaitu membagikan sampel SOTOJI secara gratis kepada konsumen. Baru kali ini saya menemukan produk yang seperti ini. Biasanya, setiap produk yang baru keluar hanya berpromosi lewat iklan yang menggoda dan ujung-ujungnya konsumen juga beli sendiri.

Semangat berbagi SOTOJI inilah yang patut dikembangkan dan ditiru oleh produk lainnya dalam pemasarannya. Saya ingat kata-kata Ust. Yusuf mansur dalam bukunya “an Introduction to The Miracle of Giving”, beliau menjelaskan bahwa barang siapa yang semakin banyak bersedekah/berbagi, Allah akan semakin banyak juga memberikan gantinya, memberikan pengembalian dari-Nya.

Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah, ayat 265 yang artinya :

“Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran Tinggi yang disiram oleh hujan lebat, Maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. jika hujan lebat tidak menyiraminya, Maka hujan gerimis (pun memadai). dan Allah Maha melihat apa yang kamu perbuat”.

Jika semangat berbagi ini terus dikembangkan SOTOJI dan menjadi dasar filosofi produk ini, bisa dipastikan produk baru yang inovatif ini bisa menjadi produk unggulan yang berkembang besar dan menjadi salah satu kebanggaan produk dalam negeri
.
Saran untuk SOTOJI

Produk SOTOJI sudah cukup menarik untuk dipasarkan kepada konsumen, karena produknya yang khas dan sesuai dengan lidah orang Indonesia. Saya hanya bisa menambahkan saran untuk SOTOJI, lebih baik jika komposisi bumbunya ditambah dengan serbuk jeruk nipis agar lebih terasa aroma sotonya, biar lebih  maknyuss hehe.. :)

Sebuah Doa dari Mbah Nur Salim

Setelah saya memberikan semangkuk SOTOJI ke mbah Nur Salim, tidak berapa lama kemudian beliau menanyakan saya semester berapa sekarang, saya jawab “Masih semester enam mbah.”

Beliau langsung mengucapkan sebuah kalimat doa “Semoga apa yang dicita-citakan mas tercapai, dan lulus dengan khusnul khotimah.” “Amien.. Mbah mohon doanya selalu,” jawab saya spontan sambil merunduk meresapi setiap kalimat doa beliau, semoga beliau selalu diberi kesehatan oleh Allah SWT, amien.

Itulah sebuah cerita tentang indahnya berbagi bersama SOTOJI. Sebuah produk baru yang membawa harapan dan semangat baru. Semangat berbagi yang ditularkan kepada para konsumen, semoga kelak menjadi salah satu ikon produk dalam negeri yang mendunia. Membawa nama Indonesia dengan rasa khas SOTOJI, soto jamur lezat tinggi kandungan serat dan protein nabati.






SOTOJI diproduksi oleh :
PT. Tri Rastra Sukses Sejahtera Bogor-Indonesia
Bila mau memesan bisa langsung kesini 

Saatnya membahagiakan orang yang kita sayangi dengan masakan kita.
Indahnya berbagi, berbagi bersama SOTOJI.

Semoga bermanfaat.


24 comments:

  1. Hai kawan, salam kenal, wah.. setuju deh.. SOTOJI emang mantap, hehehe.. aku juga punya sotoji lho.. di http://blog.sholikhan-s.com/2012/03/kenapa-harus-sotoji.html , jangan lupa liat pidionya juga http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=ni0tDtLwQOQ makasih...

    ReplyDelete
  2. wahh sayang sekali sotojiku gak nyampe hikssss

    ReplyDelete
  3. @emsholySalam kenal juga maas.. :)

    udah ke TKP, mantap :D

    ReplyDelete
  4. Heeaahh....dimana-mana review SOTOJI. Pasti enak ya. Suka Jamurnya.

    ReplyDelete
  5. another sotojiiiii :))

    btw, awal saya denger 'sotoji' kupikir kata-kata baru temen dari makassar lho, sotoji, soto-ji hehehe
    semoga sukses ya ngontesnya ^^

    ReplyDelete
  6. @arqu3fiqHehe iya mas.. jamurnya enak, terasa seperti daging tapi jamur :D

    ReplyDelete
  7. @Marisa Agustina hehe iya Ji.. :)
    inget kata2 itu pas awal2 di Kendari dulu.. kata Ji dan Mi adalah 2 kata yang paling sering saya dengar hehe :)

    Makasih mbak.. Salam :D

    ReplyDelete
  8. waaaaaaaaaahh seger n maknyuz kuahnya ya sob hehehehehe.... ngiler iki hahahahahha

    ReplyDelete
  9. Bagus sekali Mas Fajar reviewnya, jelas dan gamblang sekaligus mengandung nilai. Saling berbagi. Oh iya, untuk Mbah Nur Salim luar biasa, benar-benar luar biasa, semangatnya untuk bekerja benar-benar '45 deh. Satu kata : Salut.
    Semoga doa mbah Nur Salim untuk mas Fajar diamini oleh Allah :)
    Amin

    ReplyDelete
  10. mbah nya juga suka,,,,,,,,
    waw sangat pas tuh buat yang sangat lagi keroncongan,,,

    ReplyDelete
  11. saya yakin mbah Nur Salim pas makan Sotoji dalam hati bilang.. "kenyil-kenyil renyah nih makanan ini"

    hehehe

    ReplyDelete
  12. hemmm... mbah Nur salim.. namaku selalu terkenal ada Nurnya hhihii..

    hemm..mbah makannya yg lahap yoh.. ntar klo mw lagi tggal mnta kang Fajar hihi
    nyummiiiiii sruputttttt...

    ReplyDelete
  13. lihat foto kakek makan diatas. baru ingat ada makanan ringan di meja kerja. hahahhaha. terima kasih kakek. salam kenal..yuk singgah ke gubuk hambe.

    ReplyDelete
  14. Ikut SOTOJI juga ya Mas, ulasannya keren, semoga pihak penyelenggara SUKA :)

    Kita tunggu pengumuman ya Mas, gudlak :)

    ReplyDelete
  15. @WuryTerima kasih mbak Wury..semangat Mbah Nur Salim memang pantas untuk dijadikan teladan, Amien mbak.. makasih banyak :)

    ReplyDelete
  16. @obat herbal kanker hatiAlhamdulillah mas.. si Mbah Nur suka.. ikut senang melihat beliau makan:)

    ReplyDelete
  17. @Lozz Akbarhehe mas Lozz.. :)

    Alhamdulillah mas si mbah suka :)

    ReplyDelete
  18. @Annur EL- Kareemhehe InsyaAllah mbak.. soalnya sotojinya udah habis.. :D

    ReplyDelete
  19. @serumpunlhamdulillah.. saatnya makan :)

    Salam kenal juga :D

    ReplyDelete