Friday, 2 March 2012

Sahabat Rumput Liar


SAHABAT RUMPUT LIAR

Tawa canda lepas
Riang tanpa kekang
Bak rumput liar di jalanan
Meskipun selalu terinjak injak
Tapi kokoh tak terhalang
Tumpuan batuanpun semakin  menguatkanmu

Sahabat rumput liarku…
Manis pahitnya hidup yang kita jalani
Telah terpatri dalam relung ini
Menjadikan harumnya bumbu
Yang menambah rasa di esok nanti

 Sahabat rumput liarku…
Ingatkah engkau ketika kita berjuang bersama
Melakukan banyak hal yang belum pernah dilakukan orang lain
Saat itulah aku mengerti
Semangat di jiwamu…
Senyuman manismu…
Renyah canda tawamu…
Ketulusanmu…
Perjuanganmu..
Mengubah diriku yang biasa ini


Sahabat rumput liarku…
Bersamamu ku bahagia
Ucap kata terimakasihpun
Takkan dapat menggantikanmu
Hingga kini
Sebisa mungkin
Kan ku berikan segala yang terbaik untukmu
Semoga persahabatan kita tetap abadi
Kekal selamanya…

Dari hati ku memohon
Dengan jiwa ku mengharap
Dengan tulus ku merajuk
Terima kasih ya Rabbi
Atas malaikat terindah
Yang kau jadikan dia

SAHABAT RUMPUT LIARKU


lisa N

 *Puisi ini adalah hasil pemenang lomba yang saya adakan dulu dengan tema : Indahnya Persahabatan di Masa Kecil

23 comments:

  1. memang banyak "perilaku" manusia bisa disandingkan dengan kondisi alam...sebagai bahan pelajaran, cermin dan sebagainya.

    ReplyDelete
  2. wuah...pantesan bagus, menang lomba toh...
    kalo ngadain lomba, share info na yang kang^__^
    salam ukhuwah...

    ReplyDelete
  3. senang membaca puisi ini sob, penuh makna

    ReplyDelete
  4. jadi ingat temen kecil :D

    #kunjungi balik

    ReplyDelete
  5. sdh dipasang link blog ini, makasih jg sudah pasang link blog sy.

    ReplyDelete
  6. puisi yang bagus sobat ..

    terus berkarya ya :-)

    ReplyDelete
  7. @arya-devimungkin karena kita adalah sama2 mahluk Tuhan :D

    ReplyDelete
  8. @Phuji Astuty Lipihehe insyaAllah mbak:)
    kemrin cum sebatas temen2 saja :D

    ReplyDelete
  9. @Puguh dpTerima kasih mas.. :D
    itu hasil pemenang lomba, InsyaAllah :)

    ReplyDelete
  10. uhuyy banget tulisannya sukaa sukaa

    ReplyDelete
  11. keren mas tulisannya,, bagus banget ^^

    ReplyDelete
  12. Jika membaca puisi ini, aku teringat dengan artikelku yang berjudul " Apa Jadinya Kalau Sapi Bertemu Si Rumput? "

    ReplyDelete
  13. @SlameTuxHehe,, mas Slametux.. langsung di bawa ke Madura rumputnya hehe :D

    ReplyDelete