Membaca
tulisan pakde Cholik hari ini saya teringat ucapan guru saya ketika sedang
duduk di kelas 6 Madrasah Ibtidaiyyah dulu. Beliau adalah wali kelas sekaligus
motivator bagi kami. Pesan-pesan beliau sebelum datang Ujian Nasional membuat
kami semangat dan bergairah, bukan hanya ketika ujian berlangsung saja, tetapi
sampai saat ini, kata-kata beliau selalu mendengung di kuping saya,
menyemangati untuk tetap maju walau jauh dari keluarga sekalipun.
“Jangan
pernah berhenti mengejar cita-cita kalian, kejarlah sampai kapanpun dan
dimanapun,” itu sebagian kata yang saya ingat. Beliau juga menambahkan “Jikalau
memang kalian tidak bisa dan tidak mampu, tetap yakinkan kepada diri sendiri
bahwa suatu saat pasti bisa.. dengan belajar, belajar, dan belajar
terus-menerus,” dengan penuh semangat beliau memotifasi kami.
Kemudian
beliau menceritakan tentang kisah Ibnu Hajar yang telah menjadi ulama besar. Diawali
dengan pengembaraan ilmu yang tidak terlalu gemilang, kemudian kecewa dan
berniat meninggalkan tantangan yang amat sulit bagi beliau saat itu, yaitu
belajar.
Dalam
perjalanan pulang beliau berteduh dari hujan yang lebat dalam gua. Dan ketika
di dalam gua, beliau melihat batu yang berlubang karena terkena tetesan air. Dari
kejadian itu beliau berfikir, jika batu yang sekeras itu saja bisa hancur
karena tetesan air ini, pasti akal fikiran yang bodoh juga lama-kelamaan akan
terasah jika terus-menerus belajar.
