Wednesday, 18 April 2012

Geng Motor, Rubah Gaya Hidupmu !!!

Indonesia heboh, khususnya ibukota Jakarta, aksi premanisme kembali mencengangkan nurani rakyat Indonesia. Sekelompok berandalan dengan mengendarai puluhan motor mengobrak-abrik kawasan di Kemayoran, Jalan Pramuka, Tanjung Priok, dan Salemba. Akibat aksi brutal itu seseorang tewas, dan beberapa orang terluka.

Belum jelas siapa pelaku aksi berandal itu. Apakah dilakukan oleh geng motor yang bisa ngetrek di sejumlah ruas jalanan Jakarta, ataukah oknum tertentu yang sengaja bertindak premanisme untuk mengalihkan perhatian masyarakat dan media atas isu yang selama ini berkembang di negeri ini, korupsi, kenaikan BBM, dan seabrek masalah lainnya.

Terlepas dari siapa pelakunya, yang hingga kini masih didalami polisi, tindakan premanisme itu tidak bisa dibiarkan. Selain melanggar undang-undang, aksi itu jelas mengusik rasa keamanan warga. Rasa aman yang menjadi hak asasi manusia. Coba bayangkan jika kita sedang berjalan dan tiba-tiba ada orang yang membacok kita, sangat mengerikan.

Disinilah pentingnya penegakan hukum, tidak ada tebang pilih dalam menegakannya, warga sipil ataukah militer. Aparat penegak hukum harus tergas dalam memberikan perlindungan hukum pada seluruh warganya.

Tak kalah penting lagi adalah penanaman pendidikan karakter sejak dini. Pendidikan karakter tentang nilai-nilai moral sebagai manusia. Anggota kelompok geng bermotor kebanyakan adalah anak muda. Kebanyakan anak muda adalah pribadi yang labil. Mereka sedang berupaya mencari jati diri dan membutuhkan pengakuan akan eksistensi.

Mereka memerlukan penyadaran tentang arti pentingnya menghargai dan menghormati.  Bahwa melukai orang lain itu tidak dibenarkan dalam segala hal, menganiaya itu melanggar aturan, dan merusak hak milik yang dirinya adalah perbuatan tercela.

Jika sudah ditanamkan rasa kepedulian di hati mereka, anak-anak yang ikut dalam jaringan geng motor malah akan mengekspresikan dirinya dengan care positif. Geng motor untuk mengembangkan bakat dan berinteraksi sesama yang lain. Mengadakan acara bakti sosial dengan cara keliling kota dan membagikan makanan kepada para gelandangan dan pengemis yang tidur di pinggir-pinggir jalan, andaikata.

Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia akan belajar untuk memaki. Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi. Jika anak dibesarkan dengan toleransi dan mengahrgai hak orang lain, ia belajar menahan diri.

Maka sungguh menghawatirkan jika anak, dari kecil tidak dibimbing dan diberi pengarahan tentang bagaimana cara bersikap yang benar. Pendidikan moral dan akhlak itu perlu, dan itu tanggung jawab kita semua, termasuk para wakil pemerintahan. Semoga tidak terjadi lagi aksi seperti ini, saling melukai saudara sebumi sendiri, na'udzu billahi min dzalika.

Semoga bermanfaat.

10 comments:

  1. sebuah dilema penegakan hukum dimana kadang harus berhadapan dengan ham

    ReplyDelete
  2. miris sekali liat prilaku perusakan spt itu.. apa sih ya yg mereka cari? :(

    ReplyDelete
  3. g3ng motor...!
    emang membingungkan hemh !

    ReplyDelete
  4. ngeri juga melihat perilaku yang hiasi dengan segala bentuk keangkuhan dan kesombongan yang pada akhirnya semua keputusan yang terbentuk adalah emosi sataniyah, kekerasan dan premanisme.
    Semoga keluarga kita dilindungi dari yang demikian

    ReplyDelete
  5. @FajarDimanapun HAM harus ditegakkan walaupun sulit dan banyak tantangan :)

    ReplyDelete
  6. @covalimawatiBanyak alasan yg bisa ditebak mbak, antara kesenangan sesaat dan kepentingan oknum tertentu

    ReplyDelete
  7. @DjangkiesAmien pak Ies.. saling menjaga diri dan keluarga dengan doa dan amal baik :)

    ReplyDelete